Jumat, 27 Juni 2014

Ilmu Tafsir

Ilmu Tafsir
Al-Qur’an adalah sumber utama dalam agama Islam, oleh karena itu prilaku umat Islam harus berdasarkan kepadanya, hanya saja  tidak semuat bangsa Arab memahami arti yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu pada masa sahabat berusaha untuk menafsirkan, para sahabat yang menafsirkan antara lain, Mas’ud, Ali bin Abi Thalib, dan Ubay bin Ka’ab. Cara sahabat menafsirkan ialah dengan cara menafsirkan  ayat dengan hadits atau atsar atau kejadian yang mereka saksikan ketika ayat itu turun. 
Setelah itu muncul penafsiran para Tabi’in yang mengambil tafsir dari para sahabat. Tafsir pada masa ini ditambah dengan cerita Israiliyat. Kemudian muncul Mufasir dengan cara menyebut satu ayat kemudian menerangkan tafsirnya yang diambil dari sahabat dan tabi’in.
Kemudian ketika kebangkitan ilmu kebangkitan pada masa Daulah Abbasitah ini juga mempengaruhi penafsiran Al-Qur’an. Pada masa ini penafsiran Al-Qur’an terbagi ke dalam dua cara yakni tafsir bi al-ma’tsur yaitu metode penafsiran Al-Qur’an dengan hadits Nabi,  dan tafsir bi al-ra’yi yaitu menafsirkan Al-Qur’an dengan menggunakan akal pikiran sebagai pendekatan utama.
Ulama tafsir yang muncul pada masa ini yaitu Ibnu Jarir At-Thabary dengan tafsirnya Jami’ Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an sebanyak 30 juz yang menggunakan metode tafsir bl al-ma’tsur,  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar